Rabu, 21 November 2012

MAKALAH SEJARAH MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL


KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...

Daftar isi

Daftar gambar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam serta menjaga kekayaan serta bangunan-bangunan yang telah ada. Melakukan kewajiban untuk menjaga dan melestarikan sejarah pada bangsa Indonesia terutama tempat-tempat bersejarah seperti Museum Kebangkitan Nasional  yang pada umumnya penting bagi masyarakat untuk diketahui dan di pelajari.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Bagaimanakah latar belakang sejarah terbentuknya Museum Kebangkitan Nasional?
Apa sajakah  peristiwa bersejarah di gedung Kebangkitan Nasional?
Apakah koleksi Museum Kebangkitan Nasional?

1.3 Tujuan
Secara terperinci tujuan dari penelitian dan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
Untuk memperoleh informasi tentang sejarah Museum Kebangkitan Nasional
Untuk mengetahui pentingnya tempat-tempat bersejarah untuk di pelajari

1.4 Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi berupa:
Teknik pengamatan langsung
Penulis terjun langsung kelokasi pengamatan, yakni di  Jl. Abdurahman saleh Jakarta pusat
Teknik wawancara
Teknik ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara lengkap mengenai Museum Kebangkitan Nasional dari narasumber / guide
Studi Pustaka
Penulis menelaah sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian dari buku-buku, artikel, atau internet.

1.5 Sumber data
Untuk memperoleh data dalam suatu penelitian , diperlukan sumber data, data akan mudah di peroleh apabila  ditentukan terlebih dahulu lokasi penelitian. Oleh karena itu, penulis menentukan lokasi penelitian ini di  Jl. Abdurahman saleh Jakarta pusat

BAB II
PEMBAHASAN
Dasar Pemikiran
Kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan (khalifullah) di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam.
Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang universal filosofis dan sosial politis. Di bidang universal filosofis trasenden dan idealistik, sedangkan bidang sosial politis bersifat imanen dan realistis yang bersifat lebih nyata dan dapat dirasakan.
Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang ber-bhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan gegrafis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air. Begitu pula manusia mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikan sejarah pada bangsa Indonesia terutama tempat-tempat dan gedung-gedung bersejarah yang pada umumnya penting bagi masyarakat untuk diketahui dan di pelajari.

Latar bekang sejarah terbentuknya Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah yang menyajikan barang atau benda koleksi yang berhubungan dengan sejarah kebangkitan nasional. Museum ini berada di dalam komplek gedung Ex-stovia ( school Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) yaitu sekolah kedokteran Bumi  Putra. Dibangun pada 1899 dan resmi dipakai untuk pendidikan STOVIA pada 1902. Para pelajar berasal dari berbagai etnik berbeda, seperti dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan lain-lain. Mereka belajar kedokteran sekitar 9-10 tahun dan selama menjalani pendidikan diwajibkan tinggal dalam asrama STOVIA.
Disamping belajar kedokteran yang merupakan keharusan, merekapun melakukan aktivitas lainnya seperti berdiskusi, studi club, olah raga, seni budaya daerah, bahkan mengarah pada pembentukan organisasi kebangsaan hingga terbentuklah Boedi Oetomo  sebagai organisasi pergerakan modern pertama, kemudian bermunculan pula organisasi lainya seperti Tri Koro Dharmo( Jong Java), Jong  Minahasa, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Indische Partij, Sarekat Islam, Perehipunan Indonesia, Muhammadiyah dan lain-lain.
Dalam perkembangan pendidikan kedokteran, ternyata sarana dan prasarana yang ada di STOVIA sudah kurang memadai, selanjutnya pada 1920 STOVIA pindah ke gedung baru, yaitu di jalan Salemba 6 ( sekarang Fakultas kedokteran Universitas Indonesia) sedangkan gedung yang lama hanya dipakai untuk asramanya saja. Pada 1925-1942 dipergunakan untuk  MULO (Setingkat SLTP) dan AMS ( setingkat SLTA) serta Sekolah Asusten Apotiker. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) digunakan untuk tempat penampungan tawanan tentara Belanda  dan tentara KNIL. Sejak Indonesia merdeka dari tahun 1945-1973 ditempati oleh keluarga bekas tentara KNIL dan masyarakat Ambon.
Karena gedung EX-STOVIA ini memiliki nilai sejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia, yaitu tat kala para pelajar STOVIA mencetuskan gagasan persatuan dan kesatuan bangsa, diantara melalui pendeklerasian berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 mei 1908 kemudian bermunculanlah organisasi pergerakan lainnya, sehingga berdirinya Boedi Oetomo “20 Mei” ditetapkan pemerintah sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Pada 1973 dalam hal ini pemerintah Daerah  DKI Jakarta melakukan pemugaran gedung secara keseluruhan, penghuni yang ada di dalamnya di tamping pada komplek perumahan di Cengkareng Jakarta Barat.
Pada 20 Mei 1974 Presiden Soeharto meresmikan gedung EX-STOVIA sebagai gedung bersejarah yang diberi nama GEDUNG KEBANGKITAN NASIONAL.
Semenjak itulah EX-STOVIA yang sudah diberi nama menjadi GEDUNG KEBANGKITAN NASIONAL mulai dikelola, gedung maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mulai dilestarikan serta diinformasikan kepada masyarakat untuk dapat dimanfaatkan guna kepentingan studi dan kesenangan sehingga mengarah pada sebuah fungsi museum. Sedangkan gedungnya sendiri ditetapkan sebagai Benda Caga Budaya yang sekarang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor  11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Peristiwa bersejarah di Gedung Kebangkitan Nasional

Akhir tahun 1907: Terjadi pertemuan antara dr. Wahidin Soedirohoesodo dengan R. Soetome dan  M. Soeradji
20 Mei 1908 : Perkumpulan Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA dibawah pimpinan R. Soetomo
7 Maret 1915 : Berdirinya “ Tri Koro Dharmo” yang kemudian pada tahun 1917 berubah nama menjadi “ Jong Java’
Tahun 1918 berdiri “ Jong Ambon” dan “ Jong Minahasa”
6 April 1973 : Gedung Ex-STOVIA mulai dipugar oleh Pemda DKI Jakarta
20 Mei 1974 : Pemugaran selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto menjadi “ Gedung Kebangkitan Nasional”
27 September 1982 : Pengelolaan Gedung dialihkan dari Pemda DKI Jakarta ke Pemerintah Pusat ( dalam hal ini Depdikbud)
12 DESEMBER 1983 : Penetapan Gedung Kebangkitan Nasional (Ex-STOVIA) sebagai “ Cagar Budaya”
7 Februari 1984 : Dikeluarkan SK Mendikbud No. 030/0/1984 tentang penyelenggaraan Sebuah Museum didalam Gedung  Kebangkitan Nasional, dengan nama “Museum Kebangkitan Nasional”
September  1992 : Seluruh perkantoran Swasta dipindahkan karena digunakan untuk Pengembangan Museum
13 Desember 2001 : Museum Kebangkitan Nasional bertanggung jawab kepada Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
Tahun 2012 pengelolaan Museum Kebangkitan Nasional berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sampai sekarang.

Koleksi Museum Kebangkitan Nasional

Terdapat dua aspek penting dalam penyajian Koleksi Museum Kebangkitan Nasional yaitu pertama yang menyangkut pendidikan STOVIA dan yang kedua adalah yang keterkaitan dengan sejarah perjuangan pergerakan bangsa Indonesia mulai masuknya bangsa Belanda ke Indonesia sampai perjuangan bangsa Indonesia mencapai titik puncak perjuangannya pada 17 agustus 1945.
Barang atau benda yang terkait dengan dua aspek tersebut disajikan dalam bentuk foto, replika, lukisan, patung, diorama, maket, peralatan kedokteran dan peralatan lainya.
Adapun sistematika penataan benda-benda koleksi tersebut disusun menurut periodisasi sejarah perjuangan sebagai berikut :
Ruang Pengenalan
Ruang Sebelum Pergerakan Nasional
Ruang Awal Kesadaran Nasional
Ruang Pergerakan Nasional
Ruang Pendidikan STOVIA
Beberapa ruang pendukung antara lain :
Ruang Memorial Boedi Oetomo
Ruang Asrama STOVIA
Ruang Dosen STOVIA
Ruang Pergerakan Kelas STOVIA
Ruang Peragaan Kelas Kartini
Ruang Memorial Boedi Oetomo pada masa STOVIA dipergunakan sebagai ruang praktek anatomi merupakan ruang yang bersejarah , karena di ruang inilah para pelajar STOVIA mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.


BAB III
PENUTUP
Lingkungan yang perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang seimbang
antara manusia. begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan
keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat kehidupan. Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
3.1 Kesimpulan
Jadi sejarah tempat-tempat penting di Indonesia sangatlah penting dan bermanfaat untuk dipelajari serta memberikan cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah air sebagai negara kesatuan dari berbagai aspek kehidupan seperti contohnya Museum Kebangkitan Nasional ini.


DAFTAR PUSTAKA

-          Buku panduan Museum Kebangkitan Nasional
-          Buku Informasi Pariwisata Nusantara


Di susun oleh : novytania (@taniaaldiRa)




2 komentar: